sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pekan Pendek Perdagangan Minggu Ini Dibayangi Beragam Sentimen, Apa Saja?

Market news editor Nia Deviyana
25/05/2026 06:13 WIB
Berita terkait perang di Timur Tengah dan kemajuan dalam pemulihan ekspor energi dari kawasan tersebut akan terus menjadi penentu arah pasar global.
Pekan Pendek Perdagangan Minggu Ini Dibayangi Beragam Sentimen, Apa Saja? Foto: Pixabay.
Pekan Pendek Perdagangan Minggu Ini Dibayangi Beragam Sentimen, Apa Saja? Foto: Pixabay.

Dalam perubahan tersebut, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dicoret dari indeks Large Cap.

FTSE mencoret saham DSSA karena dikategorikan sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi oleh pemegang saham tertentu (high shareholding concentrationatau HSC).

Di samping DSSA, FTSE juga menghapus tiga saham asal Indonesia lainnya dari indeks, dalam hal ini Micro Cap. Ketiga saham tersebut yakni PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Saham DAAZ dicoret karena gagal memenuhi ketentuan minimal saham publik (free float). Sementara saham HILL dan MLIA dihapus karean gagal lolos pemantauan saham (surveillance stock screen) terkait berbagai isu mulai dari likuiditas hingga kepatuhan regulasi.

"Perubahan hasil tinjauan kuartalan akan mulai berlaku pada Senin, 22 Juni 2026 atau setelah penutupan perdagangan pada Jumat 19 Juni 2026," tulis FTSE Russell dalam pernyataannya.

FTSE Russell yang merupakan bagian dari LSEG Group juga menyatakan, perubahan hasil tinjauan indeks masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026. 

Mulai Senin, 8 Juni 2026, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final. Setelah itu, perubahan lanjutan umumnya hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan dan pedoman rekalkulasi FTSE Russell.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement