Segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi (HEMCE) juga diperkirakan membaik pada semester II 2026.
Beban penurunan nilai bisnis panas bumi telah dibukukan pada semester I, sementara produksi emas Martabe diperkirakan kembali normal menuju target setahun penuh 60.000 ons.
Potensi tambahan juga datang dari bisnis batu bara. Kuota batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) telah dinaikkan dari 7,5 juta ton menjadi 12,4 juta ton, sehingga memberikan ruang bagi peningkatan kinerja segmen tersebut.
Dengan prospek tersebut, UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi beli untuk ASII dengan target harga berbasis sum-of-the-parts (SOTP) sebesar Rp7.100 per saham.
Target tersebut mencerminkan valuasi 10,1 kali price to earnings (PE) 2026.
Risiko utama terhadap rekomendasi tersebut adalah potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut yang dapat meningkatkan biaya pembiayaan serta pelemahan daya beli masyarakat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.