Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Memasuki 2026, Anabatic akan fokus pada pengembangan bisnis diarahkan pada penambahan dan diversifikasi solusi teknologi yang sejalan dengan dinamika kebutuhan pasar serta perkembangan teknologi digital.
“Kami terus mengembangkan portofolio solusi dan layanan digital agar dapat menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif serta mendukung proses transformasi digital di berbagai sektor industri,” tutur Harry.
Per 31 Desember 2025, total aset Anabatic mencapai Rp5,22 triliun dengan jumlah liabilitas mencapai Rp4,42 triliun.
(DESI ANGRIANI)