Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pelanggan utama DMAS pada kuartal I-2026 yakni PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT STT GDC Indonesia (SGI). Kedua perusahaan data center tersebut memberikan kontribusi penjualan hingga 91,35 persen.
DGE merupakan entitas anak dari PT Indointernet Tbk (EDGE) yang memutuskan untuk go private. DGE memborong lahan industri di Kota Deltamas senilai Rp741,5 miliar.
Sementara itu, SGI yang memiliki nama lain ST Telemedia Global Data Centre berkantor pusat di Singapura. Perusahaan tersebut membeli lahan sebesar Rp212,9 miliar, melanjutkan pembelian yang dilakukan pada kuartal I-2025 sebesar Rp210,8 miliar.
Selain dua perusahaan tersebut, nama Microsoft juga tercatat pernah membeli lahan di Kota Deltamas. Pada 2024, PT Microsoft Operations Indonesia merogoh dana Rp810,39 miliar dalam rangka membeli lahan di kawasan tersebut.
Dengan model bisnis yang mengandalkan penjualan lahan, DMAS memiliki profitabilitas yang fantastis. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp818,27 miliar dengan margin laba menembus 78 persen.