Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp4,55 miliar, mencerminkan penurunan kinerja di level laba bersih secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, meningkat tipis 0,7 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp5,36 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp1,97 triliun hingga akhir 2025.
Adapun total aset MLIA tercatat sebesar Rp7,37 triliun pada akhir 2025 atau naik 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi likuiditas, kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp508,26 miliar per 31 Desember 2025, turun 18,5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp623,29 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)