Dengan pendapatan yang lebih besar pada 2025, AALI mencetak laba bruto sebesar Rp4,63 triliun, meningkat dari 2024 yang mencapai Rp3,34 triliun.
Setelah dikurangi pajak, beban, dan biaya lainnya, laba tahun berjalan AALI pada 2025 mencapai Rp1,53 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,47 triliun.
Untuk laba per saham dasar pada 2025 mencapai Rp764,65, sedangkan pada 2024 sebesar Rp596,22.
Pada akhir 2025, AALI menegaskan komitmennya dalam transformasi digital dan inovasi riset secara terintegrasi di kebun sawit milik perseroan melalui anak usahanya, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP).
“Melalui digitalisasi, kami berupaya mengintesifikasikan lahan sekaligus memperkuat praktik perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Agro Lestari (AALI) Djap Tet Fa dalam acara Talk to The CEO di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip pada Sabtu (1/11/2025).