Di posisi kedua ada Vietnam yang menggeser Korea Selatan (Korsel) dengan pendapatan Rp3,5 triliun. Korsel kini ada di posisi ketiga bagi PTBA sebesar Rp3,2 triliun.
Pada 2024, penjualan batu bara PTBA naik 13 persen menjadi 42,9 juta ton. Penjualan tersebut sebanyak 22,6 juta ton atau 53 persen dikirim ke pasar domestik dan sisanya 20,3 juta ton atau 47 persen diekspor.
Perseroan mempunyai target jangka panjang bisa menjual lebih dari 75 juta ton batu bara pada 2029. Porsi ekspor bakal ditingkatkan menjadi 69 persen dan 31 persen untuk DMO.
"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengambil kesempatan untuk mengekspor lebih banyak sehingga bisa mencetak lebih banyak keuntungan dan memaksimalkan nilai untuk pemegang saham," kata manajemen beberapa waktu lalu.
Berikut daftar negara yang menjadi tujuan ekspor PTBA di 2024:
1. India Rp7,46 triliun (+20 persen)
2. Vietnam Rp3,50 triliun (+195 persen)
3. Korea Rp3,18 triliun (-27 persen)
4. Bangladesh Rp1,90 triliun (+72 persen)
5. Thailand Rp1,77 trilun (+132 persen)
6. China Rp1,65 triliun (-46 persen)
7. Taiwan Rp1,18 triliun (+63 persen)
8. Kamboja Rp1,13 triliun (-20 persen)
9. Malaysia Rp1,05 triliun (+170 persen)
10. Filipina Rp646 miliar (-15 persen)
11. Jepang Rp503 miliar (-47 persen)
12. Lain-lain Rp32 miliar (-64 persen)
(Rahmat Fiansyah)