Dari sisi neraca, posisi kas perseroan mencapai Rp1,09 triliun pada akhir Semester I-2026, sementara utang berbunga turun menjadi Rp2,27 triliun dari Rp2,35 triliun pada kuartal sebelumnya. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) juga terjaga di level 26,8 persen.
Di bisnis properti, PT Suryacipta Swadaya membukukan marketing sales lahan industri sebesar 9,4 hektare senilai Rp195,9 miliar pada Semester I-2026. Perseroan menyebut perlambatan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat sejumlah perusahaan global menunda keputusan investasi langsung asing (FDI). Hingga akhir Juni 2026, backlog penjualan lahan tercatat sebesar Rp84,3 miliar atau setara 4,1 hektare.
Sementara itu, unit usaha konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan laba bersih Rp93 miliar atau naik 21,5 persen, meski pendapatan relatif stabil. Adapun bisnis perhotelan mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat berkat implementasi konsep all-inclusive di Paradisus by Meliá Bali serta kenaikan rata-rata tarif kamar (average room rate/ARR) di jaringan hotel perseroan.
(Rahmat Fiansyah)