sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia, Janjikan Berbagai Insentif

Economics editor Nia Deviyana
10/07/2026 14:09 WIB
Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia, Janjikan Berbagai Insentif. Foto: iNews Media Group.
Pemerintah Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia, Janjikan Berbagai Insentif. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah Indonesia menawarkan 180 potensi kawasan industri nasional kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Hal itu dilakukan sebagai pintu masuk pengembangan klaster industri internasional yang saling menguntungkan.

“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sesi Business Talk di Ekaterinburg, Rusia, dikutip Jumat (10/7/2026).

Optimisme tersebut didukung kinerja kawasan industri yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menegaskan bahwa harmonisasi regulasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi kawasan industri yang semakin kondusif antara Indonesia dan Rusia. 

“Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara,” ucap Tri.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement