Nilai transaksi saham juga naik 9,17 persen menjadi Rp358,88 triliun dari sebelumnya Rp328,75 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp16,31 triliun, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp14,94 triliun.
"Likuiditas di pasar saham juga mengalami peningkatan, dengan angka RNTH pasar saham pada Oktober 2026, meningkat dibandingkan September 2026," ujar Hasan.
Namun, peningkatan aktivitas tersebut tidak diikuti kenaikan frekuensi transaksi. Total frekuensi perdagangan justru turun 15,27 persen menjadi 37,63 juta kali transaksi, dibandingkan September 2026 sebanyak 44,41 juta kali transaksi.
Hasan mengatakan pada Oktober 2026, perkembangan pasar modal di Indonesia menunjukkan dinamika dan tekanan yang masih cukup tinggi, baik dari sisi eksternal atau kondisi geopolitik global, maupun internal atau kondisi di dalam negeri.
"OJK terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang pasar modal guna menjaga integritas, meningkatkan kepatuhan, dan menjaga kepercayaan publik," ujar Hasan.
(NIA DEVIYANA)