Sementara itu, segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) mencatatkan kontribusi sebesar 18 persen atau Rp14,85 triliun.
Sepanjang 2025, produksi bijih nikel ANTAM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62 persen.
Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75 persen didorong oleh peningkatan permintaan domestik.
Untuk produk feronikel, Antam membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.
Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 persen dengan nilai Rp2,92 triliun. Penjualan segmen bauksit dan alumina meningkat 62 persen dengan nilai Rp1,80 triliun.