Adapun laba bersih ICBP tercatat sebesar Rp2,57 triliun, turun 3 persen dari kuartal I-2025 yang sebesar Rp2,66 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) ICBP, Anthoni Salim menilai, kinerja perseroan pada awal tahun ini cukup baik. Dia mengatakan, penjualan tetap meningkat dan profitabilitas terjaga di tengah risiko ekonomi.
Selain itu, kata Anthoni, ICBP juga akan terus mewaspadai potensi gejolak makro ekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal yang dapat memengaruhi kinerja perseroan. Dampak tersebut terutama terkait kenaikan bahan baku dan kurs dolar AS.
"Kami akan terus fokus dan beradaptasi secara cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat," katanya melalui keterangan resmi dikutip Sabtu (2/5/2026).
Posisi keuangan ICBP hingga Maret 2026 masih sangat solid dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp30,3 triliun. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan mengelola kas dalam rangka memitigasi risiko sekaligus kesiapan dalam mendorong ekspansi.