Laba tahun berjalan mencapai Rp99,0 miliar, tumbuh 35,4 persen dibandingkan Rp73,1 miliar pada kuartal I-2025, dengan margin laba bersih yang tetap terjaga di level 17,3 persen. Hal ini mencerminkan kualitas pertumbuhan yang semakin solid.
Kinerja operasional OMED didukung oleh sejumlah segmen utama yang tumbuh positif dengan kombinasi antara meningkatnya penjualan dan penyesuaian ASP. Di antaranya Barang Medis Habis Pakai (BMHP) mencatat pertumbuhan volume yang signifikan sebesar 83,2 persen YoY dan penyesuaian ASP, dengan total penjualan meningkat 22,6 persen.
Kemudian ada juga segmen perawatan luka yang tumbuh 19,9 persen, didukung oleh kenaikan volume dan ASP. Lalu ada segmen antiseptik dan cairan dialisis mencatat pertumbuhan stabil sebesar 12,6 persen didorong oleh peningkatan volume penjualan.
"Kinerja ini mencerminkan fleksibilitas model bisnis OMED dalam menyeimbangkan pertumbuhan volume dan strategi harga, serta kekuatan jaringan distribusi yang luas," kata manajemen OMED dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Selain itu, OMED juga terus menjaga posisi keuangan yang sehat dengan likuiditas yang kuat dan tingkat leverage yang rendah. Current ratio tercatat sebesar 11,1x, sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas tetap sangat rendah di 0,01x.