sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Percepat Transformasi, Telkom (TLKM) Catat Laba Bersih Rp17,8 Triliun pada 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
12/05/2026 15:01 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menutup kinerja tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menutup kinerja 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham. (Foto: Ist)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menutup kinerja 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham. (Foto: Ist)

Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. 

Telkom sebagai entitas strategic holding nantinya berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom juga melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5 persen, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. 

Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan pengungkapan ulang (restatement) atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan Telkom. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15 persen. Average Revenue Per User (ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement