AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Perdana Gapuraprima (GPRA) Cetak Laba Bersih Rp51,82 M di 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 22 Mei 2022 10:09 WIB
PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) dan entitas anak mencatatkan laba bersih Rp51,82 miliar pada 2021. 
Perdana Gapuraprima (GPRA) Cetak Laba Bersih Rp51,82 M di 2021 (Dok.MNC)
Perdana Gapuraprima (GPRA) Cetak Laba Bersih Rp51,82 M di 2021 (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) dan entitas anak mencatatkan laba bersih Rp51,82 miliar pada 2021. 

Angka tersebut diperoleh dari perhitungan adanya pendapatan bersih GPRA sebesar Rp446,74 miliar sepanjang tahun 2021. Capaian itu meningkat 37,97% dibandingkan akhir 2020 senilai Rp323,79 miliar.

Perusahaan pengembang properti dan kontraktor itu merealisasikan sebagian besar pemasukan dari penjualan rumah dan ruko sebesar Rp235,48 miliar.

Selanjutnya, penjualan apartemen dan kantor mencapai Rp132,15 miliar, service apartemen Rp58,84 miliar, pusat perbelanjaan Rp16,41 miliar, dan sewa Rp3,85 miliar. Demikian laporan keuangan GPRA di Keterbukaan Informasi, dikutip Minggu (22/5/2022).

Kenaikan pendapatan membuat beban pokok terdongkrak menjadi Rp242,07 miliar dari Rp134,19 miliar. Ditambah bunga dan beban lain, maka laba sebelum pajak penghasilan GPRA mencapai Rp51,12 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu sebanyak Rp35,55 miliar.

Dengan demikian, laba bersih GPRA tahun 2021 adalah Rp51,82 miliar, atau melejit 74% dari tahun 2020 senilai Rp29,78 miliar. Alhasil, laba bersih per saham perseroan meningkat dari sebelumnya Rp6,96,- menjadi Rp12,11,-.

Per 31 Desember 2021, jumlah aset GPRA mencapai Rp1,76 triliun, mencakup aset lancar Rp1,37 triliun, dan aset tidak lancar Rp381,50 miliar. Posisi aset GPRA tahun lalu naik 1,92% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,72 triliun.

Liabilitas menyusut dari semula Rp674,11 miliar tahun 2020 menjadi Rp654,63 miliar pada akhir 2021. Ekuitas juga tumbuh mencapai Rp1,10 triliun, dari sebelumnya Rp1,05 triliun.

Adapun posisi kas dan setara kas GPRA akhir tahun 2021 sebanyak Rp63,31 miliar, lebih tinggi dari posisi kas akhir 2020 senilai Rp37,92 miliar.


(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD