AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Perdana Karya Perkasa (PKPK) Raih Laba Bersih Rp2,89 M di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 25 Mei 2022 10:11 WIB
Laba bersih PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) Rp2,89 miliar di kuartal I-2022.
Perdana Karya Perkasa (PKPK) Raih Laba Bersih Rp2,89 M di Kuartal I-2022 (Dok.MNC)
Perdana Karya Perkasa (PKPK) Raih Laba Bersih Rp2,89 M di Kuartal I-2022 (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) melaporkan pencapaian laba bersih Rp2,89 miliar di kuartal I-2022. 

Perhitungan tersebut diperoleh karena PKPK membukukan pendapatan bersih mencapai Rp11 miliar, melejit 11.148% dari periode sama tahun 2021 senilai Rp97,78 juta. Demikian laporan keuangan PKPK di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/5/2022).

Seluruh pemasukan berasal dari jasa konstruksi kepada PT Deli Pratama Batubara. Sementara raihan dari pelanggan PT Pertamina (Persero) nihil untuk periode ini, berbanding dengan capaian pada kuartal I/2021 yang memberi pemasukan Rp97,78 juta.

Sementara itu beban pokok membengkak sebesar Rp10,50 miliar dari Rp931,02 juta. 

Alhasil, laba bersih tahun berjalan PKPK mencapai Rp2,89 miliar, atau tumbuh 155,38% dibandingkan kuartal I/2021 senilai Rp1,13 miliar.

Perhitungan tersebut membuat laba per saham dasar naik menjadi Rp4,83, lebih tinggi dari posisi triwulan satu tahun 2021 sejumlah Rp1,89.

Per Maret 2022, PKPK mencatatkan total aset sebanyak Rp54,79 miliar, terdiri aset lancar Rp7,57 miliar, dan aset tidak lancar Rp47,22 miliar. Posisi aset kuartal I/2022 lebih rendah 15,16% dari akhir 2021 sebanyak Rp64,59 miliar. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD