sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perketat Pasokan, Kementerian ESDM Pangkas Produksi Nikel Jadi 260 Juta Ton di 2026

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
14/01/2026 21:37 WIB
Kebijakan tersebut seiring dengan kapasitas produksi serta untuk menjaga stabilitas harga nikel.
Perketat Pasokan, Kementerian ESDM Pangkas Produksi Nikel Jadi 260 Juta Ton di 2026 (Foto: dok AP News)
Perketat Pasokan, Kementerian ESDM Pangkas Produksi Nikel Jadi 260 Juta Ton di 2026 (Foto: dok AP News)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi nikel menjadi 250-260 juta ton pada 2026 dari sebelumnya sebanyak 354 juta ton di tahun sebelumnya.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno menjelaskan, pemangkasan tersebut seiring dengan kapasitas produksi serta untuk menjaga stabilitas harga nikel.

"Nikel kita sesuaikan dengan kapasitas produksi dan smelter, kemungkinan sekitar 250-260 juta ton tahun ini. Iyalah (mengerek harga), kan harganya sudah USD18 ribu per ton," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (14/1/2026).

Tri mengaku kebijakan ini efektif untuk mempengaruhi harga nikel global. Dia mencontohkan harga nikel yang sebelumnya tersungkur di level USD14.000-14.800 per ton sepanjang 2025, kini harganya menguat ke level USD18.000 per ton.

"Sempat turun berapa? USD17.000 ribu, dari berapa rerata harga di tahun 2025? Tahun 2025 itu USD14.000-14.800 per ton paling tinggi," katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement