Sejauh ini, proyek tersebut telah mencapai progres konstruksi lebih dari 50 persen dan ditargetkan memproduksi 400 KTA kaustik soda dan 500 KTA EDC.
Secara strategis, menurut Edi, pembangunan fasilitas ini juga turut memperkuat ketahanan industri dan kemandirian pasokan bahan kimia nasional.
Melalui substitusi impor kaustik soda serta potensi ekspor EDC ke pasar Asia Tenggara, proyek CA-EDC diproyeksikan dapat menciptakan nilai ekonomi hingga sekitar Rp10 triliun per tahun.
Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat menyerap hingga sekitar 3.250 tenaga kerja selama fase konstruksi dan operasional sekaligus menciptakan efek berganda bagi industri pendukung dan UMKM di kawasan sekitar.
Selain itu, TPIA juga membentuk Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), entitas shared service yang berfungsi sebagai pusat layanan back office terintegrasi.