Menurut Djagad, capaian kinerja positif pada Semester I-2026 menunjukkan bahwa proses transformasi yang dilakukan KAEF telah berjalan ke arah yang lebih sehat dan terukur.
Dengan bisnis yang semakin sehat, KAEF memiliki ruang yang lebih kuat untuk mendukung ketersediaan obat, layanan kesehatan, dan program prioritas nasional.
Meski demikian, pada triwulan II-2026, dinamika geopolitik di Timur Tengah diakui Djagad masih memberikan tekanan terhadap Perseroan, terutama melalui kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas yang sebagian masih bersumber dari impor.
"Kami terus mencermati perkembangan kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap stabilitas rantai pasok dan biaya produksi," ujar Djagd.
Demi mengantisipasi tekanan tersebut, menurut Djagad, pihaknya telah menjalankan program efisiensi lanjutan, memperkuat pengendalian biaya, serta melakukan penyesuaian harga secara terukur pada beberapa produk.
Langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan, kualitas produk, dan kesehatan margin Perseroan di tengah kenaikan harga bahan baku maupun bahan kemas.