Perbaikan kinerja juga tercermin dari rasio beban usaha terhadap penjualan yang menurun dari 34,2 persen pada Semester I-2025 menjadi 33,2 persen pada Semester I-2026.
Penurunan rasio tersebut menunjukkan bahwa efisiensi biaya mulai memberikan dampak terhadap struktur operasional Perseroan.
"Kami terus menjalankan transformasi bisnis secara bertahap melalui enam fokus utama, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola, serta sinergi antar entitas dalam Kimia Farma Group," ujar Djagad.
Sementara, demi turut memperkuat kemandirian bahan baku obat (BBO) nasional, Djagad juga menyatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan fasilitas produksi obat.
Dalam hal ini, KAEF mengoptimalkan fasilitas produksi di Jakarta dan Banjaran sebagai backbone produksi untuk 50 produk utama, termasuk obat esensial seperti Amlodipine, Codeine, Morfina, dan Abacavir.