Di sisi hulu, KAEF memperkuat peran Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) dan PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) dalam pengembangan BBO lokal.
Saat ini, KFSP telah memiliki 19 BBO bersertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM, dengan 18 BBO di antaranya telah bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
KAEF juga terus mendorong lokalisasi beberapa produk prioritas yang mendukung program pemerintah dan selama ini masih bersumber dari impor.
Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, mengurangi ketergantungan pada sumber eksternal, dan menjaga ketersediaan produk prioritas di dalam negeri.
Akselerasi di sektor hulu juga didukung oleh ekosistem hilir KAEF yang luas dan terintegrasi. Sampai Juni 2026, Kimia Farma mengoperasikan lebih dari 1.000 apotek, lebih dari 350 klinik, dan lebih dari 60 laboratorium di seluruh Indonesia.