sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Laba Bersih USD79,62 Juta di Semester I-2026, Naik 15,48 Persen

Market news editor Nia Deviyana
29/07/2026 11:03 WIB
Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar USD235,027 juta, tumbuh 14,7 persen (yoy) dibandingkan USD204,850 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Laba Bersih USD79,62 Juta di Semester I-2026, Naik 15,48 Persen. Foto: iNews Media Group.
Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Laba Bersih USD79,62 Juta di Semester I-2026, Naik 15,48 Persen. Foto: iNews Media Group.

Dari segi permodalan, ekuitas Perseroan tercatat sebesar USD2,006 miliar, mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba. Di sisi lain, liabilitas Perseroan justru turun 2,80 persen dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi USD961,184 juta, penurunan yang berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.

Fransetya menuturkan, bahwa 2026 menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, warisan energi nasional yang menjadi pengingat pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, panas bumi merupakan pilar strategis energi nasional karena sifatnya yang bersih, andal, dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi.

“Seratus tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat. Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama yang mengelola sekitar 70 persen energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami. Bagi saya dan seluruh perwira PGE, satu abad ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk membuktikan bahwa energi bersih nan melimpah yang kita miliki ini siap mendukung ketahanan energi negeri,” kata Ahmad Yani.

Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) turut menunjukkan arah yang semakin positif. Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, yang menargetkan porsi EBT mencapai 76 persen, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement