Sejumlah emiten seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Duta Intidaya Tbk (DAYA), PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT City Retail Developments Tbk (NIRO) mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan, berkisar 9 persen hingga 42 persen yoy, sejalan dengan dampak stimulus tersebut.
Namun, perlambatan masih terlihat pada segmen personal care sejak kuartal III-2025, terutama akibat melemahnya penjualan popok, kosmetik mass market, dan wewangian.
Di sisi lain, taman hiburan serta ritel makanan dan minuman (F&B) mencatat penurunan terdalam, mencerminkan pengetatan belanja non-esensial di luar rumah.
Untuk kelompok menengah-atas, konsumsi hanya tumbuh moderat sekitar 3 persen yoy pada 4Q25, tertinggal dari segmen mass market.
Pertumbuhan ditopang oleh toko spesialis seperti fesyen dan ponsel (seperti iPhone 17), segmen kesehatan dan kecantikan, restoran, mal kelas menengah, serta penjualan otomotif.