Sebaliknya, perlambatan terbesar terjadi pada penjualan properti, perangkat elektronik berbasis IoT, perjalanan udara, dan perlengkapan gaya hidup.
CGSI menilai penguatan konsumsi di akhir 2025 lebih bersifat sementara karena didorong insentif.
Tren ini diperkirakan berlanjut pada kuartal I-2026 seiring momentum Ramadhan, meski dengan pertumbuhan lebih terbatas.
Memasuki kuartal II-2026, prospek konsumsi cenderung lebih berhati-hati seiring efisiensi anggaran pemerintah dan berkurangnya faktor musiman yang biasanya menopang belanja masyarakat.
Untuk strategi investasi, CGSI merekomendasikan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dengan mempertahankan rating overweight pada sektor consumer goods.