sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pilih Konservatif, Latinusa (NIKL) Tetap Optimistis Hadapi Proyeksi Bisnis 2026

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
09/04/2026 15:29 WIB
kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini justru menghadirkan peluang bagi industri tinplate secara keseluruhan.
Pilih Konservatif, Latinusa (NIKL) Tetap Optimistis Hadapi Proyeksi Bisnis 2026 (foto: iNews Media Group)
Pilih Konservatif, Latinusa (NIKL) Tetap Optimistis Hadapi Proyeksi Bisnis 2026 (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), atau Latinusa, masih mengusung semangat optimisme dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan bisnis di 2026 ini.

Meski demikian, manajemen NIKL juga mengakui masih bakal menggunakan proyeksi dengan pendekatan konservatif, seiring tekanan yang masih terjadi di pasar impor tinplate, sehingga diperlukan upaya mitigasi dan dan strategi yang tepat guna menjaga stabilitas kinerja Perseroan ke depan.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami telah memiliki strategi mitigasi, mulai dari efisiensi pengadaan bahan baku, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya usaha, sampai pengelolaan risiko kurs dan juga beban bunga," ujar DIrektur Utama NIKL, Jetrinaldi, dalam paparan publik (public expose) Perseroan, yang digelar secara virtual, Rabu (8/4/2026).

Menurut Jetrinaldi, fokus utama pihaknya kini lebih tertuju pada efisiensi biaya dan keunggulan kompetitif, di tengah derasnya ancaman produk impor dari China dan Korea Selatan, yang secara otomatis turut menekan harga pasar.

Meski demikian, di tengah tantangan yang ada, Jetrinaldi juga menyebut bahwa kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini justru menghadirkan peluang bagi industri tinplate secara keseluruhan.

Misalnya saja terkait konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah, yang mempengaruhi harga jual plastik dan biaya logistik, di mana situasi tersebut justru menguntungkan bagi Perseroan.

"Dengan harga plastik yang terus naik, mambuat produk tinplate jadi kembali kompetitif sebagai substitusi. Selain itu, naiknya ongkos angkut internasional tentu juga berpotensi menekan aktivitas impor," ujar Jetrinaldi.

Pada 2026 ini, Jetrinaldi menjelaskan, pihaknya tengah membidik target pendapatan di kisaran USD160 juta, dengan porsi laba bersih diharapkan dapat mencapai USD3 juta.

Tak hanya secara tahunan, Jetrinaldi juga mengaku yakin bahwa tren pertumbuhan kinerja Perseroan sudah bakal terlihat di triwulan I/2026, dengan menunjukkan tren pertumbuhan dibanding realisasi hasil kinerja pada periode sama tahun lalu.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement