IDXChannel - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi mengganti perusahaan galangan kapal untuk pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama (TSU) dari sebelumnya PT Adiluhung Sarasnasegara Indonesia (ASSI).
Direktur Utama PJHB, Go Soio Bie mengatakan perubahan mitra perusahaan galangan kapal dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan. Beberapa aspek yang menajdi pertimbangan yakni aspek teknis, kapasitas produksi, jadwal penyelesaian, serta efisiensi operasional.
"Perseroan memutuskan untuk melakukan perubahan galangan pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama," katanya dalam surat kepada BEI, Kamis (5/2/2026).
Go memastikan, perubahan mitra tersebut tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Jadwal pembangunan kapal ke-3 secara keseluruhan tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Sebagai informasi, dalam prospektus IPO, PJHB berencana membangun tiga unit kapal Landing Craft Tank (LCT) dengan total biaya Rp163 miliar. Untuk membangun ketiga kapal ini, perseroan menunjuk dua perusahaan, yakni PT Untung Brawijaya Sejahtera (UBS) dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI).
Kapal LCT tersebut memiliki berat masing-masing 2.500 bobot berat mati (Dead Weight Tonnage/DWT). Pembangunan kapal tersebut sangat penting mengingat tingkat utilisasi lima kapal LCT yang dioperasikan perseroan sudah maksimal. Di samping itu, perseroan juga memerlukan armada tambahan dengan teknologi yang lebih baru.
Kapal ke-1 dan ke-2 dibangun UBS dengan nilai masing-masing Rp57 miliar dan Rp53 miliar. Adapun kapal ke-3 dibangun oleh ASSI dengan biaya Rp53 miliar. UBS berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur, sedangkan fasilitas galangan kapal ASSI ada di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
ASSI dipercaya cukup banyak klien di antaranya PT Hasnur International Shipping Tbk (HAIS), ASDP Indonesia Ferry, hingga PT Pertamina Trans Continental. PJHB juga pernah bekerja sama dengan ASSI pada 2024 untuk membangun kapal LCT Cipta Jaya Harapan Baru 9.
Sementara itu, hingga akhir 2025, PJHB tercatat baru menyerap Rp25,8 miliar dari total dana IPO yang diperoleh Rp154,5 miliar. Minimnya realisasi tersebut seiring skema pembayaran pembangunan kapal yang dilakukan secara dicicil.
(Rahmat Fiansyah)