Perhatian pasar tertuju pada rangkaian data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini, termasuk data lowongan kerja JOLTS, laporan penggajian sektor swasta ADP, klaim tunjangan pengangguran mingguan, serta laporan nonfarm payrolls guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai langkah kebijakan bank sentral berikutnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.990-Rp18.040 per USD.
(NIA DEVIYANA)