sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Porsi Investor Ritel Naik Tajam, OJK Tekankan Pentingnya Aspek Perlindungan

Market news editor Anggie Ariesta
02/01/2026 11:02 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Hal ini ditandai dengan meningkatnya investor ritel di mana proporsinya telah mencapai 50 persen pada 2025 dibandingkan 38 persen pada 2024.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menilai, menguatnya investor ritel membawa tantangan tersendiri bagi regulator untuk terus meningkatkan pengawasan dan integritas pasar. Dia menekankan, perlindungan terhadap publik harus menjadi prioritas utama untuk mencegah praktik-praktik kecurangan.

"Proporsi (investor ritel) itu sangat besar dibanding negara-negara lainnya yang lebih mengandalkan investor institusional dalam maupun luar negeri. Artinya semakin meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan, termasuk melindungi investor ritel dari praktik kemungkinan goreng menggoreng saham, transaksi tidak wajar, serta bentuk kemungkinan manipulasi lainnya," katanya dalam seremoni Pembukaan Perdagangan 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Selain itu, Mahendra juga memberikan catatan terhadap pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025. Secara umum, dia mengapresiasi pertumbuhan indeks yang selaras dengan resiliensi ekonomi nasional.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup tahun 2025 dengan performa yang mengesankan.

"Selaras dengan kinerja perekonomian nasional, berbagai indikator kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang baik, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Direktur Utama BEI pada penutupan tanggal 30 Desember yang lalu antara lain penutupan IHSG berada di level 8.646,94 atau menguat 22,13 persen sepanjang tahun 2025," ujar Mahendra.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement