Sebelumnya, Daud mengundurkan diri hanya tiga bulan setelah memimpin Pos Indonesia. Rencana tersebut juga telah disetujui oleh pemegang saham Pos Indonesia, Danantara Asset Management (DAM).
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas menyebut, keputusan Daud Joseph mundur karena kondisi Pos Indonesia yang memerlukan perbaikan secara menyeluruh melalui serangkaian agenda restrukturisasi. Oleh sebab itu, Pos Indonesia membutuhkan sosok yang memiliki keahlian spesifik untuk memimpin proses transformasi.
Seiring dengan penunjukan Iskandar, pemegang saham Pos Indonesia juga sepakat mengubah nomenklatur dengan memisahkan Divisi Keuangan dan Manajemen Risiko. Direktur Keuangan dijabat oleh Fathul Anwar, sedangkan Direktur Manajemen Risiko sebagai jabatan baru kini diisi oleh Rosmanidar Zulkifli.
Perubahan ini sejalan dengan transformasi Pos Indonesia yang terbelit kasus dugaan rekayasa laporan keuangan. Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh Danantara sejak awal Juli 2026.
(Rahmat Fiansyah)