AALI
9725
ABBA
290
ABDA
7400
ABMM
1380
ACES
1330
ACST
191
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2250
AGAR
354
AGII
1435
AGRO
1350
AGRO-R
0
AGRS
168
AHAP
71
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1150
AKRA
785
AKSI
835
ALDO
1425
ALKA
334
ALMI
278
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.52
-0.6%
-3.04
IHSG
6591.75
-0.34%
-22.31
LQ45
939.24
-0.59%
-5.58
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

PPRE Fokus pada Jasa Pertambangan, Ditargetkan Berkontribusi 50 Persen di 2025

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 11 November 2021 15:44 WIB
PT PP Presisi Tbk (PPRE) semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income .
PT PP Presisi Tbk (PPRE) semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income . (Foto: MNC Media)
PT PP Presisi Tbk (PPRE) semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PP Presisi Tbk (PPRE) semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income dengan melihat peningkatan harga nikel yang terus melonjak didorong oleh permintaan akan bahan baku baterai yang ditandai oleh pembangunan smelter dan pabrik pembuatan baterai.

Direktur Utama PPRE Rully Noviandar mengatakan, kinerja lini bisnis jasa pertambangan yang cukup menggembirakan dalam waktu yang relatif singkat ini akan mendapat kepercayaan dari salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia.

“Kami menargetkan jasa pertambangan akan memberikan kontribusi sebesar 50%, terbesar di antara lini bisnis lainnya pada tahun 2025," ujar Rully dalam paparan publik tahunan, Kamis (11/11/2021).

Maka itu, guna mencapai tujuan tersebut, PPRE telah menyusun winning target 2022 melalui strategi optimalisasi alat berat, peningkatan kapasitas keuangan, peningkatan kapabilitas SDM, penerapan centralize SCM, dukungan IT & equipment technology, dan peningkatan tata kelola Perusahaan.

"Sehingga jasa pertambangan yang terintegrasi dapat segera terwujud yang akan memberikan better profit, stakeholder value added dan better cashflow”, tambah Ruly.

Oleh karena itu, Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menambahkan, PPRE telah menganggarkan capex yang diestimasi mencapai Rp 500 miliar, yang sebagian besar dialokasikan sebagai capex expanding untuk mining services pada tahun depan untuk menambah jumlah fleet yang dibutuhkan seiring dengan penambahan kontrak baru.

“Untuk membiayai capex tersebut, kami merencanakan untuk mengeluarkan obligasi pada kuartal kedua 2022”, ujar Benny.

Benny menambahkan bahwa, perolehan kontrak baru per Oktober 2021 telah mencapai Rp4,8 triliun meningkat sebesar 129% YoY dari Rp2,1 triliun, periode yang sama tahun lalu dan melampaui target 2021 sebesar 133%, yang mana 49% merupakan kontrak jasa pertambangan.

“Dan diprognosakan akan mencapai Rp5,3 triliun hingga Desember 2021. Sedangkan Revenue & Ebitda diprognosakan masing-masing mencapai sebesar Rp3,1 triliun dan Rp940 miliar,” tutup Benny. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD