sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Primaya Hospital (PRAY) Tancap Gas di 2026, Targetkan EBITDA Tumbuh 25 Persen

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
25/05/2026 21:48 WIB
Perseroan melaporkan pendapatan sepanjang 2025 tumbuh 16 persen, sementara EBITDA meningkat 20 persen dan laba bersih naik 9 persen.
Primaya Hospital (PRAY) Tancap Gas di 2026, Targetkan EBITDA Tumbuh 25 Persen. (Foto: Istimewa)
Primaya Hospital (PRAY) Tancap Gas di 2026, Targetkan EBITDA Tumbuh 25 Persen. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group melanjutkan tren pertumbuhan kinerja hingga kuartal I-2026, ditopang ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan ekosistem kesehatan terintegrasi.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 22 Mei 2026, perseroan melaporkan pendapatan sepanjang 2025 tumbuh 16 persen, sementara EBITDA meningkat 20 persen dan laba bersih naik 9 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, kontribusi rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor, serta penguatan kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.

Selain memperluas jaringan rumah sakit, perseroan juga memperkuat ekosistem layanan kesehatan. Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah mengelola 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, serta sejumlah layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.

Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I-2026. PRAY mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen dan EBITDA meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut didorong kontribusi rumah sakit baru, peningkatan performa sejumlah rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas diperkirakan terus meningkat, sehingga perseroan fokus memperkuat kapasitas dan inovasi layanan.

"Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Leona dalam keterangannya, Senin (25/52026).

Untuk tahun 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15 - 20 persen dan EBITDA sebesar 20 -25 persen, seiring fokus pada ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan unggulan, dan transformasi digital.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan, Primaya Hospital juga berencana melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.

"Melalui penguatan layanan, inovasi berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, Primaya Hospital berkomitmen untuk terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat Indonesia," tutup Leona.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement