Kinerja tersebut didorong kontribusi rumah sakit baru, peningkatan performa sejumlah rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas diperkirakan terus meningkat, sehingga perseroan fokus memperkuat kapasitas dan inovasi layanan.
"Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Leona dalam keterangannya, Senin (25/52026).
Untuk tahun 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15 - 20 persen dan EBITDA sebesar 20 -25 persen, seiring fokus pada ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan unggulan, dan transformasi digital.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan, Primaya Hospital juga berencana melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.