Iman bukan orang baru di pasar modal karena sejak 1998, dia menjabat sebagai manajer di Danareksa Sekuritas. Kemudian pada 2003, Iman menjabat cukup lama sebagai Direktur Investment Banking di Mandiri Sekuritas hingga 2016.
Lepas dari Mandiri Sekuritas, dia dipercaya menjadi Direktur keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Sebelum menjadi Dirut BEI, jabatan terakhir Iman adalah Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) dari 2020 hingga 2022.
Pria asal Padang Pariaman, Sumatera Barat itu meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada 1995. Kemudian dia melanjutkan studinya dan memperoleh gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.
Di bawah kepemimpinan Iman, BEI melaksanakan berbagai inisiatif mulai dari meluncurkan Bursa Karbon Indonesia (IDX Karbon) hingga waran terstruktur. Selain itu, selama dipimpinnya, IHSG juga beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).
Iman juga mendorong calon-calon emiten berkualitas untuk masuk pasar modal Indonesia. Dia memiliki pandangan bahwa seleksi calon emiten harus dilakukan secara ketat sebagai bentuk perlindungan kepada investor ritel.
(Rahmat Fiansyah)