Ekspansi bisnis keluarga Hartono juga merambah ke banyak sektor mulai dari properti hingga otomotif, menandai transformasi besar-besaran Djarum Grup melepas ketergantungan pada bisnis rokok dan jasa keuangan semata. Di otomotif misalnya, Djarum berkiprah lewat merek Polytron, sedangkan di segmen kuliner, grup perusahaan belum lama ini mengakuisisi Bakmie GM.
Di luar Indonesia, perhatian Michael sempat tertuju ke dunia sepak bola Eropa melalui kepemilikan klub Italia, Como 1907. Investasi ini mencerminkan diversifikasi minat sekaligus strategi branding global yang semakin agresif dari konglomerasi asal Indonesia tersebut.
Di tangan Djarum, Como 1907 yang awalnya berkompetisi di serie D, kini menghuni papan atas serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia. Sejumlah nama besar dilibatkan dalam proyek tersebut seperti legenda Prancis, Thierry Henry sebagai direktur hingga Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala klub
Meski dikenal sebagai sosok pebisnis papan atas, Michael cenderung low-profile. Dia jarang tampil di media, namun pengaruhnya terasa kuat melalui keputusan-keputusan strategis yang diambil di berbagai lini bisnis. Kekayaannya ditaksir mencapai USD18,9 miliar atau setara dengan Rp300 triliun.
Menariknya, di balik kesibukan bisnis, Michael Hartono memiliki kegemaran yang tidak biasa bagi seorang konglomerat, yakni permainan kartu bridge. Dia bahkan dikenal sebagai pemain bridge berprestasi yang aktif berkompetisi di level internasional.