BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan implementasi B50 dapat meningkatkan kebutuhan CPO domestik sekitar 3,5 juta hingga 4 juta ton. Tambahan permintaan itu berasal dari peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026.
Dengan produksi CPO Indonesia yang diperkirakan berada di kisaran 48 juta hingga 50 juta ton per tahun, peningkatan konsumsi domestik berpotensi mengurangi volume ekspor.
Meski demikian, implementasi B50 masih menghadapi sejumlah tantangan.
Biaya produksi biodiesel diperkirakan berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.500 per liter, lebih tinggi dibandingkan harga solar yang sekitar Rp10.500 hingga Rp11.500 per liter. Selisih harga ini membuat program biodiesel masih membutuhkan dukungan subsidi pemerintah.
Selain itu, analis juga menyoroti beberapa tantangan lain seperti kebutuhan impor metanol, keberlanjutan pendanaan subsidi, serta kesiapan teknis kendaraan. Karena itu, implementasi B50 diperkirakan akan dilakukan secara bertahap.
Di tengah dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham perkebunan yang dinilai berpotensi mendapat manfaat dari peningkatan permintaan CPO.