Berdasarkan hasil pengecekan lapangan Indo Premier, volume konsentrat tembaga AMMN pada April 2026 lebih tinggi dibandingkan rata-rata kuartal I-2026.
Namun setelah izin ekspor berakhir, perusahaan diperkirakan sepenuhnya mengandalkan smelter katoda tembaga untuk menopang penjualan.
Untuk kuartal II-2026, produksi katoda tembaga dan emas murni diperkirakan turun sekitar 5-25 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Meski demikian, penjualan emas olahan diperkirakan membaik karena masih terdapat selisih sekitar 50 ribu ons antara produksi dan penjualan yang belum dibukukan pada kuartal I-2026.
Secara keseluruhan, Indo Premier mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor logam dan energi.