Menurut Arandi, BULL juga terlihat lebih cepat memonetisasi lonjakan tarif tanker dibandingkan sejumlah pemain tanker minyak dan gas (migas) di Indonesia.
Sebagian besar kapal tanker minyak BULL beroperasi di kawasan Mediterania, sehingga perseroan dapat lebih cepat menikmati kenaikan tarif spot terbaru.
Berdasarkan kinerja semester I-2026, BULL mencatat margin laba bersih dan return on equity (ROE) tertinggi di antara emiten tanker migas Indonesia, masing-masing sebesar 52 persen dan 27 persen.
Dari sisi valuasi, RHB Sekuritas menilai saham BULL masih menarik. Saham perseroan diperdagangkan pada price-to-earnings ratio (P/E) 3,7 kali berdasarkan estimasi 2026, atau sekitar 60 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis.
Valuasi tersebut juga sekitar 17 persen di bawah rata-rata P/E BULL selama tiga tahun terakhir berdasarkan proyeksi 2026.