Pada perdagangan Kamis (6/8/2026), hingga pukul 10.50 WIB, saham UNTR melemah 0,21 persen ke Rp23.750 per unit. Sepanjang 2026 (YtD), saham Grup Astra ini merosot 19,49 persen.
Laba Bersih Semester I-2026 Merosot
Dalam siaran pers perusahaan, UNTR membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp58,3 triliun pada semester I-2026, turun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp68,5 triliun.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya penjualan emas di PT Agincourt Resources serta melemahnya kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi akibat alokasi RKAB batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.
Penurunan tersebut sebagian tertahan oleh meningkatnya pendapatan dari bisnis kontraktor pertambangan yang didukung penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Laba bersih yang tidak memperhitungkan non-recurring items (pos non-berulang) turun 48 persen menjadi Rp4,3 triliun dari Rp8,2 triliun pada semester I-2025.