Menurut dia, Warsh akan cenderung menahan kenaikan suku bunga karena besarnya beban utang AS yang mencapai sekitar USD40 triliun.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Kunci
Pergerakan emas pekan ini akan sangat bergantung pada serangkaian data ekonomi AS, terutama indikator pasar tenaga kerja.
Agenda ekonomi dimulai pada Selasa (1/9) dengan rilis ISM Manufacturing PMI Agustus dan data JOLTS job openings. Pasar kemudian akan mencermati keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand.
Pada Rabu (2/9), perhatian beralih ke data ADP private payrolls dan keputusan suku bunga Bank of Canada. Sehari berikutnya, pasar akan mencermati initial jobless claims serta ISM Services PMI.
Puncak agenda ekonomi pekan ini terjadi pada Jumat (4/9) melalui rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Agustus.