sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Proyeksi Harga Emas Dunia Pekan Ini, Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
31/08/2026 06:41 WIB
Harga emas dunia berpeluang bergerak volatil pada pekan ini setelah mencatatkan penurunan tajam sepanjang pekan sebelumnya.
Proyeksi Harga Emas Dunia Pekan Ini, Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu. (Foto: Pexels)
Proyeksi Harga Emas Dunia Pekan Ini, Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia berpeluang bergerak volatil pada pekan ini setelah mencatatkan penurunan tajam sepanjang pekan sebelumnya.

Meski tekanan dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed meningkat, sebagian besar analis Wall Street masih melihat peluang emas untuk kembali menguat.

Harga emas spot ditutup melemah 3,22 persen secara mingguan ke USD4.454,99 per troy ons pada Jumat (28/8/2026) pekan lalu.

Koreksi tersebut membawa emas menjauh dari level tertinggi lebih dari tiga bulan di USD4.696,18 per troy ons yang dicapai pada Selasa.

Sentimen emas tertekan setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) masih memiliki pekerjaan untuk memastikan inflasi kembali menuju target 2 persen.

Pernyataan tersebut mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga September meningkat menjadi 58 persen dari 36 persen sebelum pernyataan Warsh.

Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 89 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbunga sekaligus menekan aset non-yielding seperti emas.

Namun, prospek emas untuk pekan ini belum sepenuhnya bearish.

Survei terbaru Kitco News menunjukkan sentimen analis Wall Street masih terbagi, dengan 10 dari 21 analis atau 48 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini.

Sebanyak enam analis atau 29 persen memperkirakan harga emas kembali turun, sedangkan lima analis atau 24 persen memproyeksikan konsolidasi.

Sentimen investor ritel juga masih cenderung bullish. Dari 207 responden dalam survei Kitco, sebanyak 121 investor atau 59 persen memperkirakan emas menguat pekan ini.

Sebanyak 44 investor atau 21 persen memperkirakan harga emas turun, sementara 42 investor atau 20 persen melihat emas bergerak sideways.

Head of currency strategy di investingLive, Adam Button, menjadi salah satu analis yang memperkirakan emas masih menghadapi tekanan.

“Lebih rendah,” ujar Button. Menurut dia, Warsh secara efektif telah memberikan sinyal mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, meskipun pernyataan tersebut tidak disebut sebagai forward guidance.

Di sisi lain, president dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, memperkirakan emas berpeluang kembali naik.

Menurut dia, Warsh akan cenderung menahan kenaikan suku bunga karena besarnya beban utang AS yang mencapai sekitar USD40 triliun.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Kunci

Pergerakan emas pekan ini akan sangat bergantung pada serangkaian data ekonomi AS, terutama indikator pasar tenaga kerja.

Agenda ekonomi dimulai pada Selasa (1/9) dengan rilis ISM Manufacturing PMI Agustus dan data JOLTS job openings. Pasar kemudian akan mencermati keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand.

Pada Rabu (2/9), perhatian beralih ke data ADP private payrolls dan keputusan suku bunga Bank of Canada. Sehari berikutnya, pasar akan mencermati initial jobless claims serta ISM Services PMI.

Puncak agenda ekonomi pekan ini terjadi pada Jumat (4/9) melalui rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Agustus.

Data tersebut menjadi sangat penting bagi harga emas karena pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed.

Jika data tenaga kerja kembali menunjukkan pelemahan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkat dan berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk rebound.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat taruhan terhadap kenaikan suku bunga dan kembali menekan harga emas. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement