Dari sisi proyeksi harga, Citigroup menaikkan perkiraan harga Brent kuartal III menjadi USD80 per barel dari sebelumnya USD75 per barel karena negosiasi berjalan lebih lambat dan gangguan pasokan berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Goldman Sachs juga memperkirakan Brent berada dalam kisaran USD80-90 per barel hingga terdapat kesepakatan Amerika Serikat-Iran yang terkonfirmasi atau terjadi eskalasi konflik.
Peluang Brent Uji Level USD88
Secara teknikal, Brent menunjukkan sinyal pemulihan setelah ditutup menguat untuk sesi ketiga berturut-turut. Harga berhasil kembali menembus moving average 50 hari (MA-50) di USD82,26 per barel.
Hyerczyk menilai level tersebut menjadi indikator penting bagi arah harga selanjutnya. Jika Brent mampu bertahan di atas MA-50, harga berpeluang bergerak menuju area USD84,90-88,25 per barel.
Namun, terdapat resistance pada USD86,33 dan USD91,36 sebelum harga berpotensi menguji level yang lebih tinggi.