Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka ruang bagi Brent untuk kembali menguji USD78,11 per barel.
Jika tekanan jual berlanjut, level USD75,56 yang merupakan moving average 200 hari (MA-200) menjadi perhatian berikutnya.
Sementara itu, WTI berada di sekitar USD78,18 per barel dan mulai mendekati MA-50 di USD79,03.
Penembusan berkelanjutan di atas level tersebut akan memperkuat sinyal bullish, dengan resistance awal di USD80,31 dan USD81,21.
Jika mampu melewati USD81,21, WTI berpotensi bergerak menuju USD84,54 per barel.