Pelemahan tersebut terjadi setelah kapal-kapal tanker kembali melanjutkan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan energi global.
Sebelumnya, pasar sempat mencemaskan risiko terhadap aliran minyak setelah sebuah kapal kargo mengalami serangan di dekat Oman.
Namun, kekhawatiran tersebut mulai berkurang setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
"Ada keyakinan yang semakin kuat bahwa minyak akan tetap mengalir melalui Selat Hormuz," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Reuters.
Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Tanda-tanda bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran menghadapi tekanan kembali muncul setelah kedua negara dilaporkan melakukan aksi saling serang pada akhir pekan.