Harga Brent telah turun dari level tertinggi tahun berjalan di USD119,75 per barel menuju sekitar USD73,60 per barel.
Harga Brent juga telah menembus level retracement Fibonacci 61,8 persen, sementara indikator teknikal menunjukkan sinyal pelemahan.
Pergerakan rata-rata 50 hari (MA-50) dan 100 hari (MA-100) telah membentuk pola bearish crossover, sedangkan indikator Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih bergerak turun.
Dengan kondisi tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Brent diperkirakan dapat menguji level support berikutnya di sekitar USD65 per barel.