Kondisi tersebut kembali membuka peluang meningkatnya volatilitas harga minyak, terutama apabila konflik meluas dan mengancam jalur perdagangan energi utama.
Pemulihan ketegangan geopolitik dapat menjadi faktor pendorong harga minyak, terutama ketika persediaan minyak global mulai menunjukkan tren penurunan.
Di sisi lain, terdapat indikasi bahwa Presiden AS Donald Trump tidak menginginkan konflik berkembang menjadi perang terbuka.
Laporan media menyebutkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan politik menjelang pemilu sela AS dapat menjadi faktor yang mendorong upaya meredakan ketegangan.
Dari sisi teknikal, analis pasar melihat tren harga minyak masih cenderung bearish.