"Hal yang menarik justru terlihat pada candle terakhir. IHSG sempat turun hingga 6.462, tetapi berhasil ditutup kembali di 6.541, sehingga membentuk lower shadow yang relatif panjang. Pola ini menunjukkan adanya rejection terhadap tekanan jual di area bawah," kata dia.
Imam menambahkan penembusan level MA20 masih berpotensi merupakan false break atau liquidity grab apabila indeks sanggup rebound ke atas MA20 pada perdagangan pekan ini.
Koreksi pasar pada pekan sebelumnya dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia dan eskalasi geopolitik. Keputusan OPEC+ menahan kenaikan produksi minyak di tengah gangguan pasokan di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb berbanding lurus dengan New Delhi Declaration dari KTT BRICS 2026 yang menyerukan penolakan sanksi sepihak, dedolarisasi pragmatis melalui mata uang lokal, serta pengamanan jalur energi.
Dari sisi makroekonomi, lonjakan inflasi produsen dan konsumen terjadi di AS (PPI 5,4 persen YoY) serta China (PPI 3,8 persen YoY), yang kian mengonfirmasi arah pengetatan moneter global.
Di sisi lain, pasar keuangan domestik mendapatkan penopang dari rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 yang menguat 1,7 poin ke level 118,5. Penguatan ini didorong oleh kenaikan porsi belanja konsumsi masyarakat menjadi 74,2 persen.