IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para investor dan masyarakat luas untuk tetap tenang menghadapi pembukaan perdagangan bursa pada Senin (2/2/2026) mendatang.
Meski pasar modal baru saja diguncang oleh pengunduran diri massal petinggi BEI dan OJK pasca-insiden trading halt, Purbaya menjamin operasional bursa tetap berjalan normal dan stabil.
Purbaya menegaskan bahwa sistem organisasi di tubuh regulator telah memiliki mekanisme otomatis untuk menangani kekosongan jabatan, sehingga tidak akan ada kekacauan manajemen yang perlu dikhawatirkan.
"Kenapa orang takut? Mereka takut adanya ada kekacauan di manajemen bursa ketika dibawah mundur. Tapi kan dengan sistemnya sudah cukup baik. Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan direktur yang ada dari direksi yang ada, dengan cepat dan itu berjalan dengan baik," kata Purbaya di Wisma Danantara Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Purbaya meyakini bahwa setelah gejolak emosional pasar mereda, para pelaku pasar akan kembali fokus pada fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh.
Ia menepis spekulasi bahwa indeks akan kembali merosot tajam. Sebaliknya, ia melihat posisi IHSG saat ini justru memberikan ruang yang luas bagi investor untuk mengambil posisi sebelum terjadi penguatan kembali.
"Enggak lah (IHSG kebakaran), pasti naik lah. Pasti naik. Enggak, pasti naik. Kenapa lu bilang kebakaran? Tapi gak apa-apa, kita masih 83 ya. Artinya ruang ke depan masih terbuka, luas untuk naik," tuturnya.
Purbaya juga mengaitkan optimisme bursa dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius di angka 6 persen.
"Tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh. Bisa saya dorong mendekati 6 persen. Harusnya bursanya akan naik, jadi Anda gak usah khawatir," tutur Purbaya.
Meskipun dinamika pasar keuangan tidak pernah lepas dari risiko, Bendahara Negara ini menilai kemungkinan terjadinya tekanan besar dalam waktu dekat sangatlah kecil.
Respon cepat pemerintah dalam merombak kebijakan di BEI dan OJK dianggap sebagai sinyal kuat bagi dunia internasional bahwa Indonesia serius menjaga integritas pasarnya.
"Saya pikir peluangnya kecil fondasi bagus, kinerja kita respon Kebijakan dari bursa maupun OJK cepat Gak ada kacauan, harusnya ini akan merupakan modal yang kuat sekali, untuk tumbuh lebih kencang. Tapi saya pikir akan dinamis, tapi trend ke atas masih akan terbuka lebar," pungkasnya.
Dengan dukungan sistem yang tetap berjalan dan indikator ekonomi makro yang positif, pemerintah optimis bahwa awal Februari 2026 akan menjadi titik balik pemulihan kepercayaan di pasar modal domestik. (Wahyu Dwi Anggoro)