Pada Semester I-2026, RATU mencatatkan pendapatan USD25,65 juta, relatif stabil dengan pertumbuhan tipis 2 persen secara tahunan dibandingkan USD25,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Adjusted EBITDA tumbuh signifikan sebesar 38 persen secara tahunan menjadi USD21,28 juta, dibandingkan USD15,37 juta pada Semester I-2025. Pertumbuhan terbesar terjadi pada laba bersih yang melonjak 102 persen secara tahunan menjadi USD15,54 juta, dari USD7,71 juta pada Semester I-2025.
Meski demikian, perseroan tetap mewaspadai penurunan harga minyak dan produksi sejumlah aset pada semester II-2026. Karena itu, manajemen memilih memasang target keuangan yang lebih konservatif dibandingkan sekadar menggandakan capaian semester pertama.
(NIA DEVIYANA)