IDXChannel - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi menuntaskan proses penawaran awal (book building) sebagai bagian dari rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan media hiburan dan gaya hidup milik artis Raffi Ahmad itu menetapkan harga final IPO sebesar Rp170 per saham.
Dalam prospektus tambahan yang diterbitkan pada Selasa (1/7/2026), harga IPO yang ditetapkan itu berada di batas atas selama penawaran awal dalam rentang Rp135-Rp170, mengindikasikan tingginya minat pasar terhadap saham RANS.
Perseroan menerbitkan 2,52 miliar saham baru atau 20,02 persen saat IPO, sehingga akan memperoleh dana Rp429,25 miliar. Dalam aksi korporasi tersebut, RANS menunjuk Trimegah Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) tunggal.
Harga IPO tersebut ditentukan berdasakan hasil kesepakatan antara RANS dan Trimegah Sekuritas dengan mengacu pada minat investor selama periode penawaran awal pada 23-25 Juni 2026.
Sesuai prospektus, RANS akan memanfaatkan dana IPO itu untuk sejumlah hal. Di antaranya melunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp29,95 miliar, belanja operasional terkait konser Rp161,4 miliar, membangun wahana bermain dan belajar edukatif Cipungland Rp80 miliar, serta mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) Rp85 miliar.
Dengan harga final sebesar Rp170 per saham, maka valuasi RANS memiliki Price Earning Ratio (PER) 28,33 kali dengan Price Book Value (PBV) 5,03 kali. Valuasi premium itu diklaim tergolong wajar karena RANS merupakan perusahaan yang mengelola ekosistem konten berbasis intellectual property (IP) dengan talenta utama yang memiliki jangkauan audiens yang signifikan.
Raffi Ahmad menjadi tokoh sentral di balik RANS. Pria asal Bandung itu bakal memiliki 62,93 persen saham RANS setelah IPO. Sejumlah nama seperti Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Kaesang Pangarep, serta Nagita Slavina juga ikut menjadi pemegang saham meski porsinya tidak signifikan.
Sesuai jadwal, RANS akan memulai proses penawaran umum (offering) pada 2-8 Juli. Proses distribusi saham akan dilakukan pada 9 Juli, sehingga akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli.
(Rahmat Fiansyah)