Dengan demikian, total ada 19 saham Indonesia yang dieliminasi dalam rebalancing kali ini.
Mirae menilai hasil tersebut mencerminkan dampak pembekuan rebalancing sejak Januari lalu yang berkaitan dengan isu transparansi kepemilikan saham. Meski demikian, pasar mulai melihat risiko Indonesia keluar dari kategori emerging market mulai mereda.
“Deletion without addition mendominasi,” tulis analis Mirae dalam risetnya.
Mirae memperkirakan penurunan bobot Indonesia di MSCI EM hingga sekitar 27 persen tersebut dapat memicu arus keluar dana gabungan pasif dan aktif sekitar USD1,7 miliar dari enam saham yang keluar dari Standard Cap.
Jika memperhitungkan penurunan bobot saham konstituen lainnya, total potensi outflow diproyeksikan mencapai sekitar USD2,8 miliar.